Monday, August 01, 2005

Menunggu Makhluk Kecil Kami

Gak kerasa udah masuk 38 minggu kehamilan saya. Hari2 menunggu si kecil lahir terasa menyenangkan, walaupun masih ada beberapa hal yang harus dikerjakan, besok ujian terakhir, dan masih ada 3 report kuliah yang harus kelar, targetnya sebelum si dede lahir.

Bismillahirrahmanirrahim,
Ya Allah anugerahkanlah kepada kami, putri yang sholehah, sehat, cerdas, dan kuat, yang senantiasa menegakkan sholat dan turunkanlah kepadanya dari kami apa2 yang baik, dan jauhkanlah ia dari keburukan2 yang kami miliki. Ya Allah mudahkanlah persalinan ini. Ya Allah mudahkanlah kami dalam menjalankan amanah yang akan Engkau berikan. Amin.

Monday, February 28, 2005

Seperti apakah mereka sekarang?

Alhamdulillah, keinginan untuk segera melihat kembali keluarga tercinta insyaAllah akan terwujud besok. Ada perasaan haru dan senang terbersit ketika memikirkan kembali saat saat bersama mereka. Mamah yang selalu sabar menghadapi tantangan-tantangan hidup, termasuk menghadapi masalah-masalah yang muncul akibat ulahku. Masih teringat air mata yang terurai krn kata-kataku sering menyakiti hatinya yang menjadi lebih lembut ketika berhadapan dengan buah hatinya. Ada bapak, yang sejak 6 tahun lalu tidak bisa lagi bergerak seaktif dulu, yang selalu memberi semangat kepada anak-anaknya untuk meraih apa yang paling diinginkan, termasuk memberi semangat diriku untuk terus menuntut ilmu. Ada teteh, sahabat paling sabar sekaligus paling manja yang selalu membawa segudang oleh2 cerita ketika bertemu denganku, ada yai yang selalu jahil dan ga pernah bisa serius, ada iwang, si kecil yang badannya skr paling besar itu, katanya hampir memiliki sifat yang sama dengan diriku, sampai aku bisa bercermin kepada dirinya. Ada ne, wanita yang masakannya dan pijitannya selalu ngebuat aku rindu, dan kepolosannya ...
ada mama dan papa, yang selalu menerima aku dengan sepenuh hati, ada nana dan ido2, adik-adikku yang polos dan menggemaskan. Seperti apakah mereka sekarang? Rindu...teramat sangat dan perasaan bersalah telah banyak mengabaikan mereka insyaAllah akan segera terobati. Walo harus meninggalkan aa sendiri disini. Inginnya bisa pergi bersama..

aa ku orang paling sabar yang selalu menemaniku, yang karena ego2ku sering membuatku lupa akan semua kebaikannya. Pdhal Allah mengajarkan, jangan begitu, jangan seperti wanita-wanita yang ketika marahnya melupakan semua kebaikan suaminya. Sedih meninggalkan dia sendirian disini untuk waktu yang cukup lama. Mudah-mudahan ia akan baik2 saja, mudah-mudahan sekembalinya aku dari Indonesia aku menjadi lebih bahagia, seperti apa yang ia harapkan, mengharapkan selalu istrinya selalu tersenyum bahagia. Terlebih lagi buah hati kami tumbuh dengan sehat setiap harinya dan segera akan bisa kami timang :)

Ya Allah, hamba titipkan aa kepada-Mu, karena Engkaulah sebaik2nya penjaga.

Tuesday, September 07, 2004

Tokyo Disneyland vs Dunia Fantasi vs Tokyo Dome

Yesterday was our 1st wedding anniversary. We did not plan any special ceremony, but perhaps to held special dinner in our sweet home..but who knows, suddenly yesterday morning my husband told his boss that he would not go to the office..and the idea to go to Tokyo Disneyland just crossed our minds. And there we were, in Tokyo Disneyland, after one and half our in the train, we could see big red circle gate of Disneyland..just like two children, the feeling we had..we could not wait to take big rollercoaster and yell as loud as possible!
But the story was different, we take one by one attraction, until the last one, we still hoped about that rollercoaster that we often saw in the television when we were in our hometown...or in RollerCoaster Tycoon, one of my most favourite games, but none as thrilling as we want :(..even comparing to Dunia Fantasi in Jakarta of which most of the attractions thrilled enough for us.
It can not denied that we were quite dissapointed about it, but we had 10 great hours together: romantic dinner, nice music, good smell of popcorn everywhere :)
After arrived at home, searching in the google, we found that the rollercoaster we want is available in Tokyo Dome..not in Tokyo Disneyland. Oh Oh Oh..how fool we were..

For those who likes to go to amusement park, here conclusions about those amusement park:
- Tokyo Disneyland : For people who likes Disney Characters much, want to see those characters directly, or wants to buy things with those characters, does not like to go to thrilled attractions, likes parade, likes fireworks, and like to go to good restaurant...
- Tokyo Dome : Can not say much about this place, but from their official website, they have many thrilled attractions that we want to try.
- Dunia Fantasi : Good place, thrilled enough, good price comparing to Disney and Dome..(Can not wait to go there again with out little brothers...)

Sunday, September 05, 2004

Segarnya setitik ukhuwah

Sabtu (4 Sept 2004) digelar acara 13th Indonesian Scientific Conference in Japan. Tujuan utama acara ini untuk mempromosikan riset2 di bidang science yang dilakukan oleh para pelajar yang sedang menuntut ilmu disini. Sekitar 60 orang pelajar dr berbagai kota di Jpg mempresentasikan paper masing2. Saya pun tak ketinggalan untuk hadir, bukan untuk mempresentasikan hasil kerja saya >*.*<, alasannya, karena saya merasa baru 6 bulan disini..jadi blum waktunya, biarlah mungkin tahun depan. Tapi..tnyata banyak pelajar yang mempresentasikan ide/gagasannya, pdhal mereka baru saja bergabung dengan laboratoriumnya sebulan yang lalu!!..
(siapa bilang bangsa kita bangsa pemalas!) deug malunya diri ini..teringat ketika waktu begitu saja terbuang tanpa makna, sedangkan teman2 telah jauh melangkah...

Nyambung sama judul di atas, kemarin itu saya bertemu teman-teman Indonesia. Baru saja bertemu, tp entah kenapa bisa langsung akrab dan bercerita banyak hal. Dan hati ini seperti menemukan kembali apa yang selama ini terasa hilang..walo hanya sehari saja! Ya setitik ukhuwah, tetapi rasanya begitu menyejukkan. Jiwa terasa lebih kuat, semangat lebih terpacu ...

Memang ukhuwah itu indah,
Ketika seseorang disana menyapa dengan senyum merekah "Assalammualaikum..." katanya,
lalu jabat tangan hangat yang tulus tergenggam, tausiyah-tausiyah lembut mengalir,jiwa yang redup itupun kembali menemukan cahaya..

Thursday, August 26, 2004

Qaulan Sadida and two ears

Qaulan Sadida, pertama kali mendengar dalam salah satu cerpen Annida, hati saya langsung terpikat oleh nama ini, bahkan bercita2 suatu hari nanti salah satu anak saya dapat mempunyai nama ini. Apa yang saya harapkan dari seorang anak bernama Qaulan Sadida? Apa sih istimewanya nama ini?

Mengutip perkataannya Aa Gym, Qaulan Sadida artinya perkataan yang benar dan tepat. Benar artinya perkataan yang diucapkan harus sesuai dengan kenyataan yang terjadi, tidak menambah-nambah ataupun mengurangi. Apalagi membuat-membuat, karena kebohongan yang satu akan melahirkan kebohongan-kebohongan yang lain. Atau melebih-lebihkan fakta bisa membuat situasi menjadi lebih rumit, terlebih lagi jika cara penyampaiannya diikuti sikap emosi seperti menangis, salah satu kebiasaan saya yang ingin saya hilangkan sedikit demi sedikit. Abu Mas'ud ra berkata: bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Biasakanlah berkata benar, karena benar itu menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Hendaklah seseorang itu selalu berkata benar dan berusaha supaya tetap benar, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang as-siddiq (amat benar) (HR. Bukhari Muslim).

Sedangkan tepat artinya bahwa setiap perkataan itu harus diucapkan pada tempat yang tepat dan setiap tempat itu dengan kata yang tepat. Di suatu daerah sah-sah saja mengatakan suatu hal, tapi di tempat lain belum tentu tepat. Seperti kata "Aku" yang terdengar biasa saja di telinga sebagian besar orang Jawa, sedangkan di telinga orang sunda kata ini menyiratkan kesombongan (maaf, ga bermaksud SARA). Selain itu. kita harus pandai pula membaca situasi dan objek yang kita ajak bicara (orang tua, anak-anak, teman) sehingga nantinya kata-kata kita tidak melukai perasaan karena sensitifitas tiap orang itu berbeda-beda. Dan terakhir, pastikan perkataan itu bermanfaat. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam;" (HR. Bukhari Muslim).

Semalam, tanpa sengaja saya telah melukai perasaan seseorang dengan memotong pembicaraan yang baru saja ia mulai. Padahal saya sendiri sering sekali merasa kesal ketika pembicaraan saya dipotong oleh orang lain. Dan akhirnya orang tersebut mengurungkan niatnya untuk berbicara lebih lanjut, padahal apa yang ia sampaikan saat itu mengandung nasihat2 yang saya yakin berguna sekali untuk saya, terlebih saat saya masih belum menemukan siapa saya sebenarnya, apa yang saya inginkan, dll, dll. Well singkatnya sih I`m still in the process of finding my own path. Saya jadi teringat kembali kenapa Allah SWT menganugerahkan kita kedua telinga...agar kita lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Dengan banyak mendengarkan kita menjadi faham, dan dengan faham kita bisa berubah.

Oya jadi inget juga first step-nya Seven challenges in Communication Skills yang ditulis oleh Dennis Rivers, M.A: "Listen first and acknowledge what you hear, even if you don't agree with it, before expressing your experience or point of view".

Well emang kemampuan apresiasi saya masih sangat kurang, terlebih lagi jika dibandingkan orang2 Jepang di sekitar saya. Mereka dengan seksama mendengarkan saya ketika saya berbicara, walopun dengan bhs Jepang yang sangat lambat dan terbata2 yang tentunya melelahkan untuk didengarkan, kemudian mereka memberikan apresiasi yang sepertinya sederhana, seperti so desuka...so desune, taihen desune, sugoiii!!! naruhodo..bla3x namun tnyata memberikan efek besar untuk diri saya. Sedangkan saya sendiri biasanya hanya diam ketika orang berbicara sesuatu atau hanya berkata oohh, sulit sekali untuk memuji dan lebih parah lagi malah memotong pembicaraannya :((